Rabu, 12 Februari 2020

Beginilah Sistem Kerja Outsourcing Jakarta!


Kamu pernah dengar mengenai sistem kerja Outsourcing Jakarta ? Beberapa kali dari kita pernah mendengar istilah itu dan identik dengan aksi demo yang dilaksanakan oleh semua pekerjanya supaya cara itu segera dihapuskan oleh pemerintah.

Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang sesuai dengan sebuah perusahaan, mereka pasti akan mencari jalan terbaik untuk usahanya. Terdapat sejumlah metode umum yang dilaksanakan oleh HRD untuk mengikat seseorang agar dapat bekerja di perusahaannya sebagai pekerja tetap, paruh waktu, freelance dan alih daya yang sedang kita bahas sekarang ini.

Di sejumlah jenis pekerjaan tertentu seringkali perusahaan ingin menggunakan sistem alih daya karena dirasakan lebih efektif dan efisien. Hal tersebut sah-sah aja selama semua pihak yang ikut andil dalam perjanjian memenuhi tanggung jawab mereka.

Daripada Anda bingung, lebih baik simak definisi sistem kerja outsourcing Jakarta dan sejumlah hal yang mesti anda ketahui di bawah ini.

Kerja alih daya ialah sistem kerja yang memanfaatkan pihak ketiga agar bisa mendapatkan sumber daya manusia yang diperlukan oleh perusahaan. Jadi dengan kata lain pihak perusahaan menjalin kerjasama dengan pihak penyedia outsourcing Jakarta supaya bisa menuntaskan pekerjaan yang sifatnya sementara.


Bila anda bekerja di perusahaan alih daya dengan kata lain anda bakal dipekerjakan ke suatu perusahaan lainnya untuk menuntaskan tugas yang sudah disepakati antara kedua belah pihak.

Para pekerja alih daya bekerja lewat mekanisme kontrak yang terbagi atas 2 macam. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. Pemilihannya ditentukan oleh pihak pihak perusahaan yang memerlukan pekerja alih daya dengan pihak yang meluangkan sumber daya alamnya tersebut.

Selain keterangan tentang sistem alih daya di atas terdapat 3 hal utama yang mesti anda ketahui, yuk simak perihalnya di bawah ini:

1. Perusahaan penyedia jasa yang benar tidak akan memotong pendapatan pekerjanya
Praktik korporasi yang mencukur gaji pekerjaannya adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan. Sebab urusan itu sangat merugikan pihak karyawan dan dapat meminimalisir tingkat kesejahteraannya, mengutip dari Robs Jobs. Semata-mata mereka ingin mendapatkan deviden semaksimal mungkin dari peluang yang ada tanpa memikirkan kehidupan alih daya yang dimiliki. Tapi balik lagi ini bukanlah sesuatu yang seluruhnya salah karena ada perjanjian yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak mengenai proses pembagian hasil upah.

2. Perjanjian kerja outsourcing Jakarta termasuk singkat
Seperti yang udah sempat dibicarakan sebelumnya bahwa sistem kerja alih kerja mempunyai kontrak waktu yang singkat. Sehingga anda tidak dapat merencanakan karier jangka panjang.

3. Jenjang karier yang susah direncanakan
Masih bersangkutan dengan kontrak kerja yang singkat, masing-masing orang pasti mengharapkan jenjang kariernya terus bertambah seiring empiris yang semakin bertambah pula. Tetapi bagaimana bisa naik pangkat bila status anda aja masih belum karyawan tetap? Inilah salah satu kondisi yang susah dihadapi oleh semua pekerja yang terjerat sistem ini. Ditambah lagi posisi anda yang berada di bawahstruktur perusahaan.

0 komentar:

Posting Komentar